PELATIHAN IDENTIFIKASI BAKAT OLAHRAGA UNTUK ANAK USIA DINI: Menguatkan Peran Guru PAUD Indramayu Dalam Memajukan Prestasi Olahraga Indonesia
- JA Psychology Consultant
- Aug 9, 2024
- 3 min read
Hasil integrasi data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tentang perkembangan anak usia dini di Indonesia tahun 2020 menunjukkan bahwa kemampuan fisik anak usia dini berkembang sebesar 97,8% atau paling tinggi dibandingkan kemampuan lainnya (literasi-numerasi 64,6%, sosial emosional 69,9%, kemampuan belajar 95,2%). Meskipun olahraga pada anak usia dini lebih kepada aktivitas kebugaran jasmani, namun berdasarkan data tentang kemampuan fisik anak usia dini tersebut membuka peluang yang besar untuk melakukan pembinaan olahraga sejak anak berusia dini sesuai bakat yang dimilikinya. Sebelum anak usia dini diberikan pembinaan olahraga, mereka perlu diidentifikasi bakat olahraganya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Identifikasi bakat olahraga pada anak usia dini adalah identifikasi bakat di bidang olahraga pada tahap awal (3-8 tahun) yang cenderung berisi tentang informasi-informasi yang bersifat umum. Pada tahap ini belum ada spesialisasi di cabang olahraga tertentu, bersifat general, lebih mengarah kepada bakat gerak yang dimiliki oleh anak usia dini.
Hasil penelitian dari Universitas Negeri Jakarta berhasil menemukan instrumen baru yang bersifat multidimensi dalam mengidentifikasi anak-anak usia dini yang berbakat di bidang olahraga khususnya yang berusia 5-6 tahun. Instrumen yang dikenal dengan IBOM AUD (Identifikasi Bakat Olahraga Multidimensi untuk Anak Usia Dini) ini telah memenuhi standar validitas dan reliabilitas sehingga 79 butirnya sudah siap digunakan. Hal ini menjadi alasan kuat Universitas Negeri Jakarta yang diketuai oleh untuk mengadakan “Pelatihan Identifikasi Bakat Olahraga Untuk Anak Usia Dini” untuk Guru-Guru PAUD di Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan implementasi dari hasil penelitian yang telah berhasil menemukan instrumen baru dalam mengidentifikasi anak-anak usia dini yang berbakat di bidang olahraga khususnya yang berusia 5-6 tahun. “ Usia 5-6 tahun merupakan usia dimana perkembangan motorik kasar anak mencapai kondisi yang maksimal sehingga merupakan waktu yang tepat untuk mulai mengetahui apakah anak memiliki bakat olahraga yang tergolong tinggi, sedang, maupun rendah,”demikian diungkapkan oleh Yana panggilan akrab dari Dr. Juriana, M.Si, Psikolog selaku ketua Tim Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta tahun 2024 ini.
Kegiatan pelatihan guru PAUD yang didukung oleh HIMPAUDI Kabupaten dan Kecamatan Indramayu ini diikuti oleh 50 orang peserta sejak awal hingga akhir. Tim dari Universitas Negeri Jakarta juga dibantu oleh Panitia yang berasal dari HMDC atau Hommy Motty Day Care yang ada di Indramayu. “Dengan melibatkan SDM lokal, diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini benar-benar dapat memajukan kualitas masyarakat Indramayu baik dari segi akademis maupun dari segi manajerial,” ujar Ade Muthmainnah, S.Pd selaku founder dari HMDC tersebut.


Gambar 1: Kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Alat Identifikasi Bakat Olahraga Untuk Anak Usia Dini
Kegiatan pelatihan dilakukan melalui ceramah, praktek atau simulasi, serta diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini juga memberikan wawasan tentang pengembangan literasi fisik melalui permainan yang cocok untuk anak usia dini dengan dua narasumber yaitu: Dr. Rina Ambar Dewanti, M.Pd dan Dra. Aryati, M.Pd, M.Ed. Seluruh peserta juga diminta mengisi angket tentang pentingnya instrumen identifikasi bakat olahraga yang bersifat multidimensi untuk anak usia dini atau disebut IBOM AUD. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menyatakan bahwa instrumen ini sangat penting sehinga perlu disosialisasikan secara luas ke seluruh pelosok Indonesia.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, maka Kecamatan Indramayu Provinsi Jawa Barat ini menjadi kecamatan kedua di Indonesia yang telah menerima dan melakukan pelatihan IBOM AUD setelah Kecamatan Pulo Gadung Provinsi DKI Jakarta. Implementasi instrumen terhadap 263 anak usia dini di Kecamatan Pulo Gadung menghasilkan data sebagai berikut: 27% atau 70 anak memiliki bakat olahraga tinggi, 46% atau 123 anak memiliki bakat olahraga sedang, dan 27% atau 70 anak memiliki olahraga rendah. Anak-anak dengan bakat olahraga tinggi perlu ditindaklanjuti dan disarankan untuk mengikuti kegiatan olahraga agar potensi geraknya dapat berkembang dan berprestasi
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini terlaksana atas kerjasama dari Tim Dosen , Tim Mahasiswa dan alumni Fakultas Ilmu Olahraga UNJ. Tim dosen terdiri dari: Dr. Juriana, M.Si, Psikolog, Dra. Aryati, M.Pd, M.Ed, dan Dr. Iwan Hermawan, M.Pd. Sementara Tim mahasiswa dan alumni terdiri dari: Sandi Prayudho, M.Or, Rizka Adya Putri, Nova Cindy Siringoringo, dan Hanifa Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ yaitu Bapak Dr. Hernawan, SE, M.Pd dan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat UNJ. Kegiatan ini dapat disimak ulang melalui link youtube berikut: (https://youtu.be/P3EB3W17gqI?si=vfricQNMKq_o0pJD)




Comments